BISNISMARKET.COM - Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari kelima sejak dimulai pada 28 Februari 2026, menunjukkan eskalasi yang meluas jauh melampaui Timur Tengah. Perkembangan terbaru menunjukkan dampak signifikan terhadap keamanan regional, jalur perdagangan global, hingga Asia Selatan. Berbagai sumber mengumpulkan deretan peristiwa terkini hingga Kamis (5/3/2026).

Insiden dramatis terjadi ketika sistem pertahanan udara NATO berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran saat mendekati wilayah udara Turki, setelah melintas di Irak dan Suriah. Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengonfirmasi insiden ini pada Rabu (4/3/2026), menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat pencegatan tersebut.

NATO mengecam keras penargetan terhadap Turki, di mana Juru bicara Allison Hart menegaskan bahwa aliansi tersebut "berdiri teguh bersama semua Sekutu, termasuk Turki," sembari memastikan postur pertahanan udara tetap kuat. Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa sedikitnya 1.045 personel militer dan warga sipil telah tewas akibat serangan AS-Israel sejak perang dimulai, meskipun angka ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh AFP.

Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan peran strategis Amerika Serikat di Iran setelah operasi militer bersama Israel rampung. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan bahwa wacana tersebut sedang didiskusikan secara intensif oleh presiden dengan tim keamanan nasionalnya. Langkah antisipatif juga diambil AS dengan memerintahkan staf non-darurat di konsulat Karachi dan Lahore untuk segera meninggalkan Pakistan menyusul gelombang protes anti-AS.

Dampak konflik meluas ke kawasan lain, termasuk serangan udara Israel di Lebanon yang dilaporkan menewaskan 72 orang dan menyebabkan lebih dari 83.000 warga mengungsi. Sementara itu, China mengumumkan rencana pengiriman utusan khusus untuk upaya mediasi, meskipun Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan dukungan Beijing terhadap kedaulatan Iran sambil mendesak AS dan Israel menghentikan serangan.

Krisis maritim semakin dalam setelah Maersk menangguhkan pemesanan kargo di kawasan Teluk, menyusul penghentian pelayaran melalui Terusan Suez dan Selat Hormuz oleh perusahaan pelayaran lain. Di tengah ketegangan ini, militer Israel dilaporkan merencanakan operasi lanjutan di Iran selama satu hingga dua pekan mendatang, menargetkan ribuan fasilitas rezim.

Situasi domestik Iran juga menunjukkan gejolak, dengan televisi pemerintah mengumumkan penundaan pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk mengantisipasi jumlah pelayat yang diperkirakan sangat besar. Pemerintahan juga tengah membahas suksesi kepemimpinan di tengah berlanjutnya operasi militer lintas batas.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.