Bisnismarket.com- Efek cuaca panas, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk disiplin dalam mematuhi ketentuan barang bawaan saat pulang ke Tanah Air. 

Cuaca panas akan berimbas pada beban pesawat. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya suhu udara di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Menurut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), efek cuaca panas  dapat mempengaruhi performa pesawat haji saat lepas landas.

Selanjutnya, Kadaker Bandara Abdul Basir menegaskan pentingnya menjaga berat muatan pesawat agar tetap dalam batas aman sesuai ketentuan penerbangan. 

“Cuaca panas bisa menurunkan daya angkat pesawat. Artinya, semakin tinggi suhu, semakin berat tantangan bagi pesawat untuk lepas landas, terutama jika kelebihan muatan,” ujar Basir di Madinah, Kamis (26/6/2025).

Menurut Basir, ketentuan barang bawaan yang telah disepakati dalam Hajj Agreement wajib dipatuhi oleh seluruh jemaah. 

Sebagai informasi bahwa setiap jemaah haji hanya diperbolehkan membawa satu bagasi tercatat (koper besar) dengan berat maksimal 32 kg, satu tas kabin maksimal 7 kg, dan satu tas paspor.

Tak hanya itu, selama menunggu di bandara, jemaah haji juga diperbolehkan membawa makanan dan minuman secukupnya.

Termasuk barang bawaan yang diperbolehkan itu maksimal empat botol air minum ukuran 300 ml yang dimasukkan dalam tas serut.