JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Tragedi yang menimpa satu keluarga saat berlibur di kawasan wisata glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Empat orang yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak mereka ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping saat sedang menikmati waktu liburan.
Peristiwa yang awalnya diduga berkaitan dengan keracunan makanan kini berkembang ke dugaan baru setelah kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada paparan gas beracun.
Kepolisian sebelumnya sempat menyampaikan dugaan awal bahwa korban meninggal akibat keracunan makanan yang dikonsumsi saat berada di lokasi. Namun, hanya berselang satu hari, arah penyelidikan mengalami perubahan.
Tim Satreskrim Polres Temanggung bersama tim Dokkes Polda Jawa Tengah menemukan indikasi kuat bahwa kematian justru berasal dari kompor gas portable yang digunakan di area depan pintu tenda.
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa korban menghirup gas hasil pembakaran dalam waktu yang cukup lama hingga menyebabkan kondisi fatal.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, posisi kompor portable yang berada di dekat tenda menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Polisi menduga adanya akumulasi gas hasil pembakaran yang tidak tersirkulasi dengan baik di sekitar area tersebut.
Kondisi itu diduga membuat korban secara terus-menerus menghirup zat berbahaya tanpa menyadari adanya ancaman yang sedang berlangsung. Dugaan tersebut diperkuat dengan karakter lokasi tenda yang tertutup dan minim ventilasi sehingga memungkinkan gas terkumpul.
Perubahan keterangan mengenai dugaan penyebab kematian inilah yang kemudian memunculkan berbagai respons dari masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan mengapa kesimpulan awal bisa berubah dalam waktu singkat.
Sumber: penyebab