BISNISMARKET.COM - Tragedi maritim mengguncang perairan Sri Lanka ketika kapal perang Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam pada hari Rabu, 4 Maret waktu setempat. Peristiwa ini terjadi setelah kapal tersebut diduga kuat menjadi sasaran serangan torpedo yang dilancarkan oleh kapal selam milik Amerika Serikat (AS).

Setelah insiden dramatis tersebut, fokus beralih pada nasib para awak kapal yang selamat dari puing-puing IRIS Dena. Sebanyak 22 pelaut yang berhasil diselamatkan kini telah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit di Sri Lanka.

Para awak kapal yang berhasil dievakuasi ini telah menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Karapitiya. Rumah sakit tersebut berlokasi strategis di kota pelabuhan Galle, yang terletak di bagian selatan negara pulau tersebut.

Perawatan bagi para korban ini telah berlangsung sejak hari Rabu, yaitu hari yang sama ketika kapal IRIS Dena dilaporkan karam akibat torpedo dari kapal selam AS. Kondisi mereka menjadi perhatian utama otoritas setempat dan Iran.

Mengenai kondisi terkini para pelaut yang dirawat, seorang petugas medis di rumah sakit memberikan pembaruan penting mengenai jumlah pasien yang masih tertahan.

"Sepuluh orang lainnya masih menjalani perawatan," kata seorang petugas medis di rumah sakit, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026).

Sementara itu, bagi 22 awak kapal yang telah dinyatakan pulih dan diizinkan keluar dari fasilitas medis, mereka segera dipindahkan dari rumah sakit. Kepulangan mereka menandai babak baru dalam proses pemulihan pasca-tragedi.

Mereka yang telah dipulangkan dari RS Karapitiya semalam dilaporkan langsung dibawa menuju fasilitas akomodasi yang telah disiapkan. Lokasi penginapan mereka berada di sebuah resor pantai yang masih berada di wilayah distrik Galle.

Peristiwa tenggelamnya IRIS Dena dan dugaan keterlibatan kapal selam AS ini menambah daftar panjang ketegangan maritim yang terjadi di kawasan tersebut. Pemulangan sebagian awak kapal diharapkan menjadi langkah awal menuju normalisasi situasi bagi para korban.