BISNISMARKET.COM - Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York dengan menegaskan posisi Indonesia terhadap konflik Israel–Palestina. Dalam pidato singkat berdurasi sekitar tiga menit, ia menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara.
Prabowo Subianto juga menyerukan diakhirinya kekerasan di Gaza, serta membuka kemungkinan pengakuan diplomatik terhadap Israel dengan syarat Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini memicu beragam reaksi, mulai dari tepuk tangan di forum internasional hingga kritik tajam dari berbagai kalangan.
Poin-Poin Utama Pidato Prabowo
1. Dukungan terhadap solusi dua negara
Prabowo menegaskan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah adalah melalui pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat berdampingan dengan Israel.
2. Kecaman terhadap serangan di Gaza
Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya ribuan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, akibat serangan di Jalur Gaza. Presiden menekankan bahwa tragedi kemanusiaan ini harus segera dihentikan.
3. Pengakuan bersyarat terhadap Israel
Prabowo menekankan bahwa Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel, namun hanya jika Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini menjadi bagian paling kontroversial dari pidato.
4. Kontribusi Indonesia
Pemerintah Indonesia siap memberikan dukungan nyata, termasuk bantuan kemanusiaan, menampung korban luka, dan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.
5. Momen teknis dalam pidato
Saat mendekati akhir pidato, mikrofon Presiden sempat mati karena batas waktu berpidato telah habis. Namun ia tetap terdengar mengucapkan kata “peace” berulang kali sebelum meninggalkan podium.
6. Dukungan internasional
Prabowo juga menyinggung langkah sejumlah negara Barat yang baru-baru ini mengakui Palestina, menyebutnya sebagai keputusan yang berada “di jalur sejarah yang tepat.”
Mengapa Menuai Kritik?
Pidato ini menuai pujian sekaligus kritik. Bagi sebagian pihak, pernyataan Prabowo dipandang berani karena menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina di forum dunia. Namun, ada beberapa alasan mengapa pidatonya juga dianggap kontroversial:
1. Pernyataan tentang Israel dianggap kontradiktif. Banyak yang menilai pengakuan bersyarat terhadap Israel bisa dipersepsikan sebagai barter diplomatik yang mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.