JAKARTA, BisnisMarket.com - Sebuah peristiwa tragis yang mengguncang publik terjadi pada aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras. Insiden ini tidak hanya meninggalkan luka fisik yang mendalam, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan para pejuang hak asasi manusia di Indonesia. Bagaimana nasib mata Andrie Yunus yang tersiram cairan berbahaya itu? Mampukah ia kembali melihat dunia dengan normal?

Perawatan Intensif di RSCM: Harapan Baru bagi Andrie Yunus

Kondisi terkini mata Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus, yang terluka akibat disiram air keras, diungkapkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa penanganan medis terus dilakukan secara intensif oleh tim dokter spesialis. "Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata," ujar Yoga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2026) dilansir dari Kompas.com. Tindakan ini bertujuan untuk melindungi struktur bola mata yang vital dan mempercepat proses penyembuhan.

Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan kabar baik, yaitu dinding bagian belakang bola mata Andrie Yunus masih dalam kondisi utuh. Rencana penutupan mata ini diperkirakan akan berlangsung selama empat hingga enam bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG untuk memantau perkembangan secara menyeluruh.

Kondisi Psikologis Stabil: Kekuatan Mental Sang Pejuang

Di tengah cobaan fisik yang luar biasa, kondisi psikologis Andrie Yunus terpantau cukup stabil. Ia menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik, bersikap kooperatif selama perawatan, dan memancarkan optimisme yang realistis terhadap proses pemulihannya. "Hingga saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda gangguan psikologis yang serius. Tim medis dan tenaga profesional terus memberikan pendampingan psikologis secara rutin kepada pasien maupun keluarga," lanjut Yoga. Pendampingan multidisiplin dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan terkait lainnya terus diberikan untuk memastikan kesembuhan yang optimal.

Kronologi Mengerikan: Serangan di Malam Hari

Insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa ini bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng. "Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya. Akibat serangan brutal tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya. Beruntung, warga sekitar segera memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri. Dalam kondisi terluka parah, Andrie sempat kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dilarikan ke RSCM pada Jumat (13/3/2026) dini hari.

Perkembangan Kasus dan Upaya Penegakan Keadilan