BISNISMARKET.COM - Perayaan Idulfitri tahun ini menyajikan kisah heroik dari seorang perantau di Bandung yang memilih cara tak lazim untuk kembali ke pangkuan ibu tercinta. Demi menembus jarak antara Bandung menuju Ciamis, ia mengandalkan semangat dan belas kasih pengguna jalan lainnya.
Sosok utama dalam kisah ini adalah Asep Kumala Seta, seorang pria berusia 31 tahun yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan cilok keliling. Keputusan ekstrem ini diambil murni karena kondisi finansial yang tidak memungkinkan untuk membeli moda transportasi resmi.
Asep Kumala Seta diketahui biasa menjajakan dagangannya di berbagai pelosok kawasan Cibaduyut, Bandung. Rutinitas keras ini harus ia hentikan sementara demi memenuhi panggilan hati untuk pulang kampung.
Keputusan untuk melakukan perjalanan darat jarak jauh dengan berjalan kaki dan menumpang kendaraan seadanya menunjukkan betapa kuatnya dorongan kerinduan terhadap keluarga. Ini adalah upaya terakhir demi merayakan Lebaran bersama orang tua.
Kondisi ekonomi yang mencekik menjadi alasan utama mengapa Asep tidak dapat membeli tiket transportasi seperti pemudik lainnya. Keterbatasan biaya ini memaksa pria tersebut untuk mencari alternatif ekstrem demi mencapai tujuan.
Perjalanan yang ditempuh Asep ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi banyak pekerja informal selama musim mudik ketika biaya transportasi melonjak tinggi. Ia memilih berjalan kaki sebagai langkah awal sebelum mencari tumpangan seadanya.
"Asep mudik dengan cara ini karena keterbatasan biaya," demikian informasi yang disampaikan mengenai kondisi yang memaksa Asep mengambil langkah nekat tersebut. Hal ini menunjukkan dilema antara kebutuhan ekonomi dan kerinduan keluarga.
Lebih lanjut, mengenai aktivitas hariannya, ia disebutkan sebagai pedagang yang gigih. "Sehari-hari, Asep berjualan cilok berkeliling kampung di kawasan Cibaduyut," seperti yang diungkapkan dalam laporan awal.
Mengenai motivasi utama di balik perjuangan tersebut, sumber berita menyebutkan bahwa kerinduan mendalam mendorong langkahnya. "Namun kerinduan pada sang ibu mendorongnya tetap berangkat menuju kampung halaman di Kabupaten Ciamis, dengan cara berjalan kaki dan menumpang kendaraan seadanya," dikutip dari informasi yang ada.