JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nani S. Deyang menjadi sosok yang mencuri perhatian setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana

Nanik S. Deyang merupakan perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia media, politik, dan pemerintahan. Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Pengalamannya sebagai jurnalis membentuk kemampuannya dalam memahami isu publik, komunikasi, dan dinamika sosial-politik di Indonesia.

Nama Nanik mulai dikenal luas ketika terlibat dalam tim pemenangan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2019. Saat itu ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

Perannya dalam bidang komunikasi dan strategi politik membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam tim kampanye. Pada 2018, namanya juga sempat menjadi sorotan dalam kasus informasi palsu yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Meski demikian, kariernya di dunia politik dan pemerintahan terus berlanjut hingga akhirnya dipercaya menempati berbagai posisi strategis.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik diketahui telah menjabat sebagai wakil kepala lembaga tersebut sehingga telah memahami berbagai program dan tantangan yang dihadapi institusi itu. 

Dengan pengalaman di bidang jurnalistik, komunikasi publik, dan politik, ia kini mengemban tugas besar untuk memimpin Badan Gizi Nasional serta mengawal berbagai program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. ***