BISNISMARKET.COM - Insiden mengejutkan terjadi di Jakarta Timur di mana sebanyak 60 siswa mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini sontak memicu respons cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program.
Menyikapi tragedi ini, BGN secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak. Permintaan maaf tersebut merupakan langkah awal akuntabilitas atas kegagalan pengawasan mutu makanan.
Lebih lanjut, BGN mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Penghentian ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Tanggung jawab penuh juga ditegaskan BGN terkait dampak kesehatan yang dialami para siswa korban. Pihak BGN berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan yang timbul akibat insiden keracunan ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dari Jakarta pada hari Sabtu (4/4). Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan institusi dalam menangani krisis ini.
Nanik Sudaryati Deyang menegaskan komitmen institusinya mengenai permintaan maaf dan tanggung jawab biaya pengobatan. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik, dikutip dalam keterangan resminya.
Keputusan penangguhan operasional SPPG Pondok Kelapa 2 didasarkan pada temuan kondisi fasilitas yang tidak memenuhi standar kelayakan. "Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ia menegaskan.
Insiden keracunan ini diketahui bermula pada hari Jumat (3/4), setelah pada Kamis sore (2/4), pihak SPPG menerima laporan awal dari guru mengenai 36 siswa yang menunjukkan gejala sakit perut, diare, dan mual. Jumlah korban kemudian bertambah menjadi 60 orang setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Menu yang disajikan pada hari kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi, dilansir dari CNBC Indonesia. Semua korban dilaporkan telah menerima penanganan medis dan kini dilaporkan dalam kondisi yang membaik.