BISNISMARKET.COM - Pergerakan saham Apple mengalami koreksi signifikan pada sesi perdagangan hari Kamis, 25 Juni 2026, dengan penurunan yang melampaui ambang batas 5 persen. Koreksi harga ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan penyesuaian harga yang substansial untuk jajaran produk andalannya di pasar internasional.
Penurunan drastis pada harga saham tersebut secara langsung memengaruhi valuasi perusahaan secara keseluruhan di bursa global. Akibatnya, kapitalisasi pasar Apple tergerus nilainya sekitar US$275 miliar dalam satu sesi perdagangan.
Nilai kerugian kapitalisasi pasar tersebut setara dengan hilangnya sekitar Rp 4.482 triliun dari valuasi total perusahaan teknologi raksasa tersebut. Angka ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap keputusan harga produk-produk utama Apple.
Keputusan untuk menaikkan harga produk unggulan seperti lini MacBook dan iPad dipicu oleh adanya kendala serius dalam rantai pasok global. Kendala utama yang dihadapi adalah kelangkaan komponen kunci yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perusahaan.
"Keputusan Apple menaikkan harga produk-produk unggulannya ini dipicu oleh kondisi kelangkaan chip memori dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya," Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.
Kondisi kelangkaan komponen vital ini merupakan efek domino dari lonjakan permintaan yang sangat tinggi di sektor teknologi saat ini. Peningkatan permintaan tersebut terutama didorong oleh akselerasi pesat dalam pengembangan dan implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ledakan permintaan yang terkait dengan AI ini telah memberikan tekanan luar biasa pada produsen komponen semikonduktor global. Hal ini memaksa Apple untuk mengambil langkah penyesuaian harga agar dapat menjaga margin keuntungan di tengah biaya akuisisi komponen yang membengkak.
Peristiwa ini menjadi indikasi jelas mengenai bagaimana dinamika pasokan komponen global, terutama yang terkait dengan tren AI, dapat secara langsung memengaruhi valuasi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Pasar bereaksi cepat terhadap perubahan biaya operasional yang signifikan.