BISNISMARKET.COM - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) belakangan ini mulai menyoroti peningkatan intensitas serangan komentar yang berkaitan dengan promosi judi online di berbagai platform media sosial di Indonesia.
Tren baru ini mengindikasikan adanya pergeseran taktik yang dilakukan oleh para operator judi daring dalam upaya mereka untuk memperluas jangkauan audiens.
Modus terbaru yang terdeteksi menunjukkan bahwa operator-operator tersebut kini secara spesifik mengincar akun-akun media sosial yang memiliki tingkat interaksi dan jangkauan yang cukup tinggi di masyarakat.
Fokus utama dari serangan komentar judi daring ini kini beralih ke akun-akun yang dimiliki oleh para influencer yang berbasis atau populer di tingkat daerah.
Perubahan strategi ini diambil karena influencer daerah seringkali memiliki ikatan yang lebih kuat dan kepercayaan yang lebih besar dari pengikut mereka di wilayah masing-masing.
Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku judi daring melihat influencer lokal sebagai kanal distribusi pesan yang lebih efektif dibandingkan hanya menyerang akun-akun besar secara umum.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, Komdigi mengungkapkan adanya distribusi sasaran baru dalam upaya penyebaran konten ilegal tersebut.
"Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti peningkatan intensitas serangan komentar judi online yang kini mulai menyasar berbagai akun media sosial dengan tingkat interaksi tinggi di Indonesia," ujar perwakilan Komdigi.
"Modus terbaru ini menunjukkan bahwa para operator judi daring mulai mengubah strategi dengan mengincar akun-akun yang memiliki jangkauan luas, terutama yang dimiliki oleh para influencer yang berbasis di daerah," tambah narasumber tersebut.