BISNISMARKET.COM - Masyarakat kini bisa mengecek status penerimaan bansos PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) secara online melalui laman resmi Kemensos. Kedua program ini menjadi bantuan vital untuk menjaga daya beli keluarga prasejahtera di tengah ketidakpastian ekonomi.  

Bansos PKH dan BPNT tahun 2025 telah memasuki tahap pencairan ketiga (Juli-September), dengan penyaluran mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Penerima harus memastikan data mereka terupdate di sistem DTKS," tegas Jubir Kemensos, Senin (15/7).  

Untuk mengecek status, kunjungi [https://cekbansos.kemensos.go.id/](https://cekbansos.kemensos.go.id/) dan masukkan NIK/Kartu Keluarga. Alternatif lain, gunakan aplikasi Cek Bansos di Play Store/App Store dengan langkah serupa.  

PKH diberikan kepada keluarga miskin dengan komponen pendidikan/kesehatan, besaran bantuan mencapai Rp3,4 juta/tahun tergantung anggota keluarga. Sementara BPNT memberikan bantuan pangan senilai Rp200.000/bulan via saldo elektronik untuk belanja di e-warong.  

"BPNT 2025 dilengkapi tambahan beras 10 kg per bulan sebagai stimulus pangan," jelas Direktur Bantuan Sosial Kemensos. Penyaluran PKH dilakukan via bank Himbara (BRI/BNI/Mandiri/BTN), sedangkan BPNT dicairkan di agen e-warong terdaftar.  

Kemensos mengingatkan bahwa hanya penerima terdaftar di DTKS yang berhak mendapat bantuan. Masyarakat belum tercatat disarankan segera mendaftar melalui dinas sosial atau perangkat desa setempat.  

Untuk antisipasi penyelewengan, Kemensos menggandeng KPK dan Kejaksaan mengawasi penyaluran. "Pendamping sosial akan memastikan bansos tepat sasaran," tambah Jubir Kemensos.  

Penerima diharapkan waspada terhadap penipuan mengatasnamakan pencairan bansos. "Tidak ada pungutan biaya apa pun. Laporkan jika ada oknum meminta imbalan," pungkasnya.