BISNISMARKET.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menggelar sebuah perhelatan akbar bertajuk Eid Mubarak Jakarta, yang juga dikenal dengan nama Rhythm of The Fountain. Acara ini dipastikan akan memusatkan perhatian publik di area strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Perhelatan budaya dan hiburan ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari Kamis, tepatnya tanggal 19 Maret 2026. Waktu pelaksanaan kegiatan direncanakan dimulai pada pukul 15.30 WIB dan akan berakhir hingga pukul 21.00 WIB malam.

Karena sifat acara yang melibatkan ruang publik utama, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi berupa rekayasa lalu lintas. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kemacetan parah yang mungkin timbul selama acara berlangsung.

Area utama yang akan dialihfungsikan untuk kegiatan Eid Mubarak Jakarta ini adalah ruas Jalan M Mashabi sisi utara. Pembatasan akses akan dimulai dari segmen Pintu Keluar-Masuk sisi Timur Plaza Indonesia hingga area Jalan MH Thamrin.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta memberikan konfirmasi mengenai persiapan teknis di lapangan. Pihaknya telah merancang skema pengalihan arus kendaraan yang akan diterapkan secara situasional.

"Untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas bersifat situasional dengan rincian lalu lintas dari Barat (Plaza Indonesia) menuju Utara (Sarinah) dapat melalui Jalan M Mashabi-Jalan Teluk Betung-Jalan M.H Thamrin-Jalan Wahid Hasyim (Sarinah)," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Pernyataan resmi dari pimpinan Dishub DKI ini menegaskan bahwa skema pengalihan telah diatur secara detail untuk pergerakan kendaraan dari arah Barat menuju Utara. Pengemudi diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu sementara yang dipasang.

Dilansir dari rangkaian penjelasan Kadishub, rute alternatif ini secara spesifik mengarahkan lalu lintas dari area Plaza Indonesia ke arah Sarinah melalui jalur yang berbeda dari biasanya. Jalur yang dimaksud meliputi Jalan M Mashabi, Jalan Teluk Betung, Jalan M.H Thamrin, hingga mencapai Jalan Wahid Hasyim.

Warga dan komuter yang biasa melintasi Bundaran HI pada Kamis sore diminta untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal. Langkah antisipatif ini krusial mengingat tingginya mobilitas warga Jakarta pada jam pulang kerja.