BISNISMARKET.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas membantah adanya kesepakatan atau komitmen finansial yang pernah dibuat oleh pemerintah Indonesia terkait iuran Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Inisiatif BoP ini diketahui merupakan gagasan yang diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Isu mengenai potensi sumbangan sebesar USD 1 miliar dari Indonesia menjadi sorotan publik menyusul berbagai spekulasi yang beredar belakangan ini. Namun, pernyataan resmi dari orang nomor satu di Indonesia tersebut memberikan klarifikasi yang sangat jelas mengenai posisi negara.

Prabowo Subianto menekankan bahwa pembicaraan mengenai komitmen pembayaran sejumlah uang untuk BoP tersebut tidak pernah terjadi antara dirinya dan Donald Trump. Penegasan ini bertujuan untuk meluruskan persepsi publik mengenai tanggung jawab fiskal Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Presiden dalam sebuah sesi wawancara eksklusif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Wawancara tersebut kini mulai dikutip oleh berbagai media nasional sebagai rujukan utama klarifikasi isu ini.

"Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dollar. Tidak, tidak pernah," ujar Prabowo dalam sebuah wawancara dikutip, Minggu (22/3/2026).

Kutipan langsung tersebut menggarisbawahi bahwa tidak ada janji politik atau kesepakatan bilateral yang mengikat Indonesia untuk menyumbang dana sebesar nominal tersebut kepada badan perdamaian internasional tersebut.

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap narasi yang mungkin menyiratkan bahwa Indonesia telah menandatangani kesediaan untuk memberikan kontribusi finansial besar bagi BoP bentukan Trump. Klarifikasi ini menegaskan posisi pemerintah yang hati-hati dalam komitmen keuangan internasional.

Dilansir dari berbagai sumber, penegasan ini disampaikan oleh Presiden pada hari Minggu, tepatnya tanggal 22 Maret 2026, sebagai upaya transparansi kepada masyarakat Indonesia mengenai kebijakan luar negeri dan komitmen dana.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.