BISNISMARKET.COM - Ketegangan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, kembali memuncak setelah terjadi aksi baku tembak antara aparat TNI dengan kelompok separatis bersenjata. Insiden ini mengakibatkan gugurnya salah satu petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Pertempuran ini terjadi sebagai respons langsung dari aparat keamanan menyusul insiden tragis sebelumnya. Sebelumnya, dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dilaporkan gugur saat bertugas di wilayah yang sama.
Tokoh OPM yang tewas dalam kontak tembak tersebut diketahui bernama Peltu Alfons Sorri. Kehilangan ini menjadi pukulan signifikan bagi struktur komando kelompok tersebut di wilayah Sorong Raya.
Menurut informasi yang dihimpun, Alfons memegang jabatan strategis sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya-Kodap IV Sorong Raya. Jabatan ini menempatkannya sebagai figur penting dalam perencanaan aksi kelompok tersebut.
Kronologi kontak tembak dilaporkan terjadi pada hari Minggu, 22 Maret, di kawasan Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Lokasi ini memang dikenal sebagai area rawan konflik.
Informasi mengenai tewasnya Peltu Alfons Sorri ini telah dikonfirmasi oleh pihak TNI melalui keterangan resmi dari Komando Daerah Militer (Kodam) setempat. Proses verifikasi dilakukan berdasarkan data intelijen dan laporan lapangan.
"Kalau sesuai informasi dari yang mereka (OPM) nyatakan memang betul. Informasi yang kita dapatkan di bawah memang begitu (Peltu Alfons Sorri tewas)," kata Kapendam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu.
Kutipan tersebut mengindikasikan bahwa pihak TNI telah menerima konfirmasi dari sumber internal OPM mengenai kematian komandan mereka tersebut. Hal ini memperkuat validitas laporan jatuhnya korban dari pihak separatis.
Artikel ini mendapatkan informasi awal mengenai perkembangan situasi di Papua Barat Daya dilansir detiksulsel, Kamis (26/3/2026). Tanggal ini merujuk pada waktu publikasi awal berita tersebut.