CIANJUR, BisnisMarket.com - Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Cugenang yang menyita perhatian warga. Seorang pria berinisial M (56) meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan yang diduga dipicu persoalan dua buah labu siam.

Pertanyaan publik pun mengemuka: apa motif pelaku penganiayaan di Cugenang hingga tega menganiaya korban sampai meregang nyawa?

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku berinisial UA (41) mengaku tersulut emosi. Korban disebut-sebut telah berulang kali mengambil hasil kebun yang digarapnya. Saat kembali memergoki korban, pelaku tidak mampu menahan amarahnya dan langsung melakukan pemukulan.

Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikan, menjelaskan bahwa tindakan pelaku murni dipicu emosi sesaat. Korban dipukuli di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala, leher, wajah hingga dada.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat muntah-muntah. Dalam kondisi babak belur, korban juga didesak untuk mengakui perbuatannya mengambil dua buah labu siam. Korban akhirnya mengakui tudingan tersebut.

Setelah kejadian, M langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Namun, setelah dua hari menjalani perawatan, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini pelaku telah diamankan dan proses hukum tengah berjalan. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi guna mendalami lebih lanjut kronologi serta memastikan unsur pidana dalam kasus ini.

Kasus penganiayaan Cugenang ini menjadi pengingat bahwa persoalan kecil bisa berujung tragedi besar ketika diselesaikan dengan kekerasan. Aparat mengimbau masyarakat agar menahan diri dan memilih jalur hukum dalam menyelesaikan setiap permasalahan.