BISNISMARKET.COM - Kepolisian Republik Indonesia bersama instansi terkait tengah mematangkan rencana strategis untuk mengelola arus lalu lintas di kawasan vital Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah antisipatif ini diambil menyambut peningkatan signifikan aktivitas angkutan barang.
Persiapan ini dilakukan menjelang berakhirnya periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diprediksi memicu lonjakan truk logistik. Otoritas berupaya keras mencegah terjadinya kemacetan parah di pintu masuk dan keluar pelabuhan utama tersebut.
Seluruh rencana detail tersebut dibahas secara komprehensif dalam forum rapat koordinasi lintas sektoral yang telah diselenggarakan. Pertemuan penting ini dilaksanakan di Terminal Penumpang Nusantara Pura pada hari Kamis, 26 Maret 2026.
Fokus utama rapat tersebut adalah pemetaan potensi titik-titik kepadatan kendaraan, terutama yang melibatkan truk dengan konfigurasi sumbu tiga. Pemetaan ini krusial menjelang berakhirnya masa pembatasan operasional yang selama ini diberlakukan bagi angkutan barang.
"Rencana rekayasa lalu lintas disiapkan menjelang peningkatan aktivitas angkutan barang usai masa libur Idul Fitri 1447 H," sebagaimana dibahas dalam forum koordinasi tersebut.
Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem logistik nasional. Pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara turut serta, bersama dengan otoritas pengelola pelabuhan.
Selain itu, operator pelabuhan, jajaran kepolisian, serta perwakilan pelaku usaha di sektor logistik dan transportasi turut ambil bagian dalam diskusi teknis ini. Kolaborasi multipihak dianggap sebagai kunci keberhasilan manajemen transportasi.
Pihak kepolisian menyatakan harapannya agar sinergi antarlembaga ini dapat memberikan hasil optimal dalam menjaga kelancaran distribusi barang. Hal ini harus diimbangi dengan pengelolaan lalu lintas yang terukur dan sistematis.
"Polisi berharap kolaborasi dapat memastikan aktivitas distribusi barang berjalan optimal dengan pengelolaan lalu lintas yang terukur," ujar salah satu perwakilan penegak hukum dalam pertemuan tersebut.