BISNISMARKET.COM - Program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran kini menghadapi tantangan besar dari sektor perlindungan tanaman. PT Advansia Indotani sebagai pemain utama industri agrokimia menyatakan kesiapannya untuk mengawal target ambisius tersebut melalui penyediaan solusi pertanian terintegrasi.
Perusahaan ini memfokuskan produksinya pada berbagai jenis pestisida, insektisida, herbisida, hingga fungisida guna memastikan hasil panen petani tetap optimal. Langkah strategis ini diambil untuk meminimalisir risiko kegagalan produksi akibat serangan organisme pengganggu tanaman yang kian masif.
"Advansia memosisikan diri sebagai produsen pestisida yang berfokus melindungi tanaman agar dapat berproduksi secara maksimal dan berkualitas tinggi," tutur Suhendi.
Ancaman nyata di lapangan menunjukkan bahwa serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) bukanlah persoalan sepele bagi ketahanan pangan nasional. Rata-rata kerusakan yang ditimbulkan mencapai angka 10 hingga 30 persen dalam kondisi normal di berbagai wilayah Indonesia.
"Dalam kasus yang sangat parah, serangan hama dan penyakit ini bahkan memiliki potensi untuk merusak total produksi petani hingga menyentuh angka 80 persen," jelas Suhendi.
Dilansir dari CNBC Indonesia, salah satu keberhasilan intervensi teknologi agrokimia terlihat pada produktivitas padi di wilayah Jawa Barat. Wilayah ini diketahui mampu memberikan kontribusi produksi yang signifikan hingga mencapai angka 6 sampai 7 juta ton berkat perlindungan tanaman yang tepat.
"Kami terus mengembangkan berbagai produk agrokimia, termasuk pestisida dan fungisida, yang dirancang khusus untuk membantu petani menjaga stabilitas produksi mereka," ungkap Suhendi.
Kendati demikian, upaya pemberantasan OPT di Indonesia masih menemui hambatan teknis yang cukup kompleks di tingkat tapak. Perbedaan metode tanam, karakteristik lahan yang beragam, hingga anomali cuaca menjadi faktor pemicu munculnya jenis serangan hama yang berbeda-beda.
Selain faktor alam, aspek edukasi kepada para petani juga menjadi titik krusial yang harus segera dibenahi oleh seluruh pemangku kepentingan. Ketepatan dalam menentukan dosis serta cara penggunaan pestisida yang benar sangat menentukan efektivitas perlindungan tanaman di lapangan.