BISNISMARKET.COM - Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang berniat mengancam kedaulatan mereka melalui wilayah negara-negara tetangga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pertahanan preventif untuk menjaga keamanan nasional.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menyoroti potensi eskalasi jika ada pihak musuh yang memanfaatkan yurisdiksi negara lain. Ancaman ini jelas ditujukan kepada siapapun yang mencoba melancarkan agresi dari perbatasan Iran.
Hal tersebut dikemukakan Pezeshkian dalam sebuah siaran resmi yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran. Informasi ini kemudian tersebar luas dan dikutip oleh media internasional pada hari Minggu (8/3/2026), dilansir AFP.
Pesan utama dari pernyataan ini adalah bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya dilanggar, terlepas dari mana titik peluncuran serangan itu berasal. Fokus utama adalah pada sumber ancaman, bukan hanya negara tempat ancaman itu diluncurkan.
Presiden Pezeshkian secara spesifik menggarisbawahi bahwa respons balasan akan dilakukan jika ada upaya serangan atau bahkan invasi yang diinisiasi dari negara tetangga. Ini menunjukkan kesiapan militer Teheran untuk bertindak cepat.
"Jika musuh Iran mencoba menggunakan negara mana pun untuk menyerang atau menginvasi tanah kami, kami akan terpaksa merespons serangan itu," kata Pezeshkian. Pernyataan ini menggarisbawahi garis merah pertahanan Iran yang tidak bisa dilanggar.
Lebih lanjut, Pezeshkian menekankan bahwa tindakan responsif ini murni bersifat defensif dan bukan merupakan deklarasi permusuhan terhadap negara tempat serangan itu berasal. Tujuannya adalah menetralisir ancaman, bukan memperburuk hubungan bilateral.
"Merespons bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara itu atau ingin mencelakai rakyatnya -- kami akan merespons karena kebutuhan," kata Pezeshkian. Hal ini menegaskan bahwa respons adalah reaksi strategis terhadap tindakan agresi.
Pernyataan ini secara implisit merupakan pesan kepada para aktor regional dan internasional bahwa Iran akan mengambil tindakan perluasan yurisdiksi pertahanan jika diperlukan untuk mengamankan diri dari agresi lintas batas.