BISNISMARKET.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Purbaya Yudhi Sadewa) mengungkapkan kebanggaannya setelah berdialog langsung dengan beberapa alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan tersebut menyoroti kisah sukses para penerima beasiswa yang memilih mengabdikan ilmu mereka kembali ke Indonesia melalui jalur kewirausahaan. Momen ini menjadi bukti nyata keberhasilan program beasiswa unggulan pemerintah dalam menciptakan SDM berkualitas yang siap membangun negeri.

Tiga alumni yang hadir dalam sesi diskusi tersebut memiliki rekam jejak akademis yang mentereng dari institusi ternama dunia dan dalam negeri. Mereka adalah Farand, lulusan Harvard Business School angkatan 2024; Suci Utami Nurwidia dari Cranfield University, Inggris, lulusan 2023; dan Tunjung Larasati, alumni MBA ITB tahun 2015. Kehadiran mereka menunjukkan spektrum disiplin ilmu yang berhasil ditangkap oleh program LPDP.

Dalam unggahan resmi akun Instagramnya, @menkeuri, Purbaya mencatat bahwa para alumni ini tidak hanya kembali setelah menuntaskan studi di luar maupun dalam negeri, tetapi langsung terjun merintis usaha di sektor yang sangat dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah agar lulusan terbaik dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Informasi ini dikutip kembali pada Kamis, 5 Maret 2026.

Secara spesifik, Farand diketahui merupakan salah satu penggagas Segari.id, sebuah platform e-commerce yang fokus pada distribusi sayuran segar, sementara Suci mendirikan merek skincare alami bernama Alture. Sementara itu, Tunjung Larasati memilih jalur industri kreatif dengan meluncurkan merek tas lokal, Niion.

"Mereka adalah tiga sosok dari ribuan alumni LPDP yang memutuskan pulang kampung dan akhirnya berhasil membuka kesempatan kerja baru bagi banyak masyarakat di Indonesia," ujar Purbaya. Menteri Keuangan menyatakan apresiasi mendalam atas semangat kolaborasi para lulusan yang turut mendukung kemajuan negara melalui inovasi di bidang masing-masing.

Salah satu penerima beasiswa, Suci, berbagi kesan positif mengenai skema beasiswa LPDP yang bersifat fully funded atau dibayar penuh oleh negara. Ia menyebutkan bahwa banyak kolega internasionalnya terkesan karena tidak banyak negara yang mampu menyediakan fasilitas beasiswa komprehensif semacam itu. Suci membandingkan fasilitas LPDP jauh lebih unggul dibandingkan studentship yang ia temui saat berkuliah di Inggris.

Purbaya kembali menegaskan bahwa LPDP merupakan sarana terbuka bagi setiap warga negara yang berambisi untuk menempuh pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi domestik maupun mancanegara. Pertemuan ini menegaskan bahwa investasi negara pada sumber daya manusia kini mulai membuahkan hasil nyata dalam bentuk kontribusi ekonomi produktif.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.