JAKARTA, BisnisMarket.com – XGraphics, perusahaan layanan percetakan terkemuka di Jabodetabek untuk printing, packaging, dan visual branding, meluncurkan inovasi teknologi terbarunya, ChromaLuxe, pada ajang bergengsi XG Connect 2026. Teknologi ini diklaim mampu mendefinisikan ulang pengalaman cetak digital modern, mengubah karya visual menjadi pengalaman artistik yang lebih hidup, tajam, dan imersif.
Harjanto Sudarsono, CEO XGraphics, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan sejak berdiri pada 1972 untuk menjadi mitra strategis bagi pelanggan dalam menghadapi perkembangan industri yang pesat.
"Komitmen ini kembali terwujud lewat kehadiran event XG Connect yang terselenggara sejak 2023," ujar Harjanto. "Ini adalah wadah eksklusif bagi pelanggan VIP, vendor strategis, dan tim internal untuk melihat perkembangan di industri percetakan, desain, dan teknologi produksi."
Event tahunan ini selalu melibatkan perwakilan dari perusahaan teknologi global seperti Heidelberg dan HP, serta vendor terkemuka di Indonesia. XG Connect 2026 bertujuan membuka peluang bagi merek untuk menghadirkan packaging, cetakan, dan materi promosi yang lebih eksklusif tanpa membebani biaya produksi berlebihan, melalui pemanfaatan teknologi terkini.
ChromaLuxe: Menghadirkan Pengalaman Fisik yang Autentik
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah ChromaLuxe, teknologi finishing premium yang memanfaatkan inovasi dari Konica Minolta, perusahaan teknologi asal Jepang.
"ChromaLuxe memungkinkan karya cetak tampil lebih hidup, detail, dan berkarakter," lanjut Harjanto. Teknologi ini menghadirkan berbagai efek visual, mulai dari kilau, tekstur, hingga dimensi. Efek ini memperkaya pengalaman audiens, meninggalkan kesan yang lebih mendalam dan bertahan lama.
Menurut Harjanto, di tengah dominasi dunia digital yang serba cepat, masyarakat mulai merindukan pengalaman yang nyata, personal, dan dapat disentuh secara fisik. Konsumen kini tidak hanya mencari visual yang memanjakan mata, tetapi juga koneksi emosional yang lebih personal.
"Media print berkualitas kembali menemukan relevansinya. Karya cetak berevolusi menjadi simbol dari pengalaman yang lebih intentional dan memanjakan sensori. Ia menawarkan sesuatu yang semakin langka, yaitu presence," tegasnya.