Jakarta - Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan isu saham gorengan yang semakin meresahkan. Bahkan, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, ikut angkat bicara mengenai fenomena ini. Apa sebenarnya yang membuat pemerintah sampai turun tangan?

Valuasi Tak Wajar Jadi Sorotan

Dalam forum China Conference Shouteast Asia 2026 lalu, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan keheranannya terhadap upaya pihak-pihak tertentu yang menciptakan kesan bahwa saham tertentu memiliki nilai tinggi, bahkan dengan valuasi yang sangat premium. "Angkanya bahkan jauh melampaui valuasi perusahaan besar yang sudah lebih dulu mapan," ujarnya.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana mungkin sebuah saham bisa melambung tinggi tanpa fundamental yang jelas? Di sinilah pentingnya investor untuk jeli dalam membedakan antara saham yang memang memiliki prospek bagus dengan saham yang hanya digoreng oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Samuel Sekuritas Ungkap 6 Ciri Saham Gorengan

Lantas, bagaimana cara mengenali saham gorengan? Samuel Sekuritas merangkum setidaknya ada lima ciri saham gorengan yang patut diwaspadai:

Harga Saham Mendadak Jatuh:

Fenomena ini kerap terjadi pada saham IPO. "Pertama, saham tersebut anjlok antara 70 persen hingga 80 persen sejak harga tertingginya. Kedua, penurunan umumnya terjadi kurang dari satu tahun, bahkan ada yang hanya dalam waktu dua bulan, saham tersebut sudah lebih dulu masuk tren penurunan," jelas Samuel Sekuritas dilansir dari Bloomberg Techcnoz (15/2).

Pump dan Dump: