BisnisMarket.com - Ada hari kebahagiaan internasional yang harus diketahui yakni jatuh pada tanggal dua puluh bulan Maret. Demikian pula seperti resolusi yang dikeluarkan PBB pada pertemuan 12 tahun lalu bahwa tujuan dasar manusia adalah mengejar kebahagian. Lalu seperti apa hakikat bahagia dalam Islam bagi Muslim dunia hingga kini. 

Nabi Muhammad SAW adalah pria untuk segala musim dalam kehidupan hingga hari kiamat tiba. Beliulah yang menjadi junjungan muslim dunia untuk mencapai kesuksesan dan menerima berbagai pengetahuan dalam hidup. 

Rasulullah SAW adalah panduan sempurna bagi umatnya yang menginginkan kebahagian tak hanya sebatas dunia melainkan kehidupan akhirat juga. Akhlaq Rasulullah sudah termaktub dalam kitab Suci Qur’an. Oleh sebab itu para umat muslim sudah seharusnya berpegang teguh dan mengikuti adabnya, merenungkan makna dan membacanya dengan benar. 

Makna Bahagia di Dunia Menurut Islam 

Jauh sebelum kemunculan tentor dan coach kebahagiaan yang membuka kelas hidup bahagia, Rasulullah sudah lebih dulu mengajarkan manusia bagaimana menjadi bahagia. 

Hakikat bahagia dalam Islam bukan hanya bersenang-senang tanpa ujian. Lebih dari itu terdapat rintangan yang harus dijalani dengan tetap berpedomankan aturan syariah. 

Mengikuti perintah Tuhan adalah cara mencapai kebahagian yang berkelanjutan. Inilah kebahagian yang sempurna dengan dijanjikannya surga abadi untuk umat muslim yang meneladani Rasulullah SAW. 

Kebahagian yang sempurna hanya akan ada di surga. Manusia tak akan pernah benar-benar senang dan bahagia di dunia. Kehadiran surga menjadi bukti bahwa kebahagiaan abadi diberikan untuk orang-orang yang tak gila dunia. 

Artinya jika di dunia memang sengsara, tetapi di surge seseorang bisa terbebas dari cobaan dan kesusahan. Namun umat masih tetap bisa mencari bahagia di dunia dengan langkah Islam yang mulia. Berikut tips mendapatkan kebahagiaan.