BISNISMARKET.COM - Pada sesi perdagangan pagi hari Senin, 4 Juni 2026, terjadi pergerakan signifikan pada saham emiten kelapa sawit PT Pinago Utama Tbk (PNGO) di Bursa Efek Indonesia. Kejadian ini menarik perhatian pasar karena melibatkan transaksi bernilai sangat besar yang berlangsung di segmen pasar negosiasi.
Aktivitas transaksi jumbo tersebut melibatkan perpindahan kepemilikan sebanyak 732,17 juta lembar saham. Pergerakan masif ini dilakukan dengan harga rata-rata transaksi yang tercatat sebesar Rp 3.584 per saham.
Nilai total dari transaksi besar di pasar negosiasi ini tercatat mendekati valuasi perusahaan secara keseluruhan, mencapai angka fantastis sekitar Rp 2,62 triliun. Hal ini menunjukkan adanya perputaran kepemilikan saham dalam skala yang sangat besar dalam satu waktu.
Berdasarkan data kepemilikan saham yang terdaftar per 31 Maret 2026, total saham PNGO yang beredar adalah 781.250.000 lembar. Sebanyak 24,88% dari total saham tersebut, atau setara dengan 194.394.500 saham, dimiliki oleh investor publik dengan kepemilikan di bawah 5%.
Implikasi dari transaksi pasar negosiasi ini sangat signifikan, sebab volume saham yang berpindah tangan tersebut merepresentasikan sekitar 93,72% dari keseluruhan saham PNGO yang beredar. Ini mengindikasikan adanya perubahan fundamental dalam struktur kepemilikan perusahaan.
Seiring dengan adanya transaksi besar ini, harga saham PNGO sempat menunjukkan reaksi positif di awal perdagangan hari itu. Saham tersebut dilaporkan sempat melonjak hingga mencapai level 4.150 pada menit-menit awal perdagangan.
Namun, lonjakan tajam tersebut tidak bertahan lama; menjelang waktu makan siang, saham PNGO mulai mengalami koreksi. Pada pukul 11.18 WIB, harga saham telah memangkas penguatan awalnya dan kembali bergerak di level 3.510.
Hingga berita ini disajikan, informasi mengenai identitas pelaku utama serta motif di balik transaksi bernilai triliunan rupiah tersebut masih belum terungkap ke publik. Pasar masih menanti kejelasan mengenai siapa dan mengapa transaksi sebesar itu dilakukan.
Dilansir dari CNBC Indonesia, disebutkan bahwa "Sebanyak 732,17 juta saham berpindah tangan dengan rata-rata harga Rp 3.584. Dengan demikian transaksi yang dilakukan melalui pasar negosiasi tersebut nyaris mencapai total valuasi perusahaan, yakni Rp 2,62 triliun."