JAKARTA, BisnisMarket.com – Toyota secara resmi meluncurkan Land Cruiser FJ, melengkapi jajaran kendaraan off-road legendaris mereka. Model baru ini dirancang sebagai entitas terpisah, bukan penerus langsung FJ Cruiser, dan hadir dengan fokus pada dimensi yang lebih kompak serta desain yang ekspresif. Nama FJ sendiri merupakan akronim dari "Freedom and Joy."

Peluncuran FJ bertujuan memperluas lini Land Cruiser ke segmen yang lebih ringkas, menjadikannya pelengkap bagi model seperti Seri 70, 300, dan 250 yang sudah ada. Model ini secara khusus menyasar pasar negara berkembang, dengan basis produksi utama di pabrik Ban Pho, Thailand.

Salah satu daya tarik utama Land Cruiser FJ adalah harganya yang kompetitif. Di Jepang, banderolnya mulai dari 4.500.100 yen atau setara sekitar Rp500 jutaan. Harga ini terbilang menarik karena lebih murah dibandingkan Toyota Fortuner termurah di Indonesia, yang mencapai Rp620,5 juta (varian SRZ bermesin 2TR-FE, namun tanpa penggerak 4x4).


Foto: Toyota

Platform IMV dan Mesin Teruji

Di balik kap mesinnya, Toyota mempercayakan mesin bensin 2.7-liter berkode 2TR-FE, jantung pacu yang juga digunakan pada Fortuner. Mesin empat silinder segaris ini menghasilkan tenaga maksimal 120 kW (163 PS) dan torsi puncak 246 Nm. Pemilihan mesin ini menekankan pada keandalan jangka panjang dan kemudahan perawatan. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan Super ECT yang telah dikalibrasi ulang untuk akselerasi yang lebih halus di kondisi lalu lintas perkotaan.

Land Cruiser FJ dibangun di atas ladder frame kokoh berbasis platform IMV, yang juga digunakan oleh Fortuner dan Hilux. Namun, dimensinya disesuaikan agar lebih ringkas. Dengan jarak sumbu roda 270 mm lebih pendek dibandingkan Seri 250, FJ memiliki radius putar hanya 5,5 meter, menjadikannya lebih gesit.

Kemampuan off-road ditingkatkan melalui suspensi double wishbone di depan dan 4-link rigid dengan lateral rod di belakang. Toyota mengklaim kemampuan artikulasi roda FJ setara dengan Seri 70. Lebih lanjut, sudut datang (approach angle) dan sudut pergi (departure angle) bahkan diklaim lebih baik 15 derajat dibandingkan Seri 250. Fitur pengunci diferensial belakang elektrik (electric rear differential lock) menegaskan statusnya sebagai off-roader sejati.

Meskipun tampil lebih sederhana, FJ dilengkapi fitur bantuan pengemudi elektronik seperti Downhill Assist Control (DAC) dan Hill Start Assist Control (HAC).


Foto: Toyota