- BISNISMARKET.COM - Amazon, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, dikabarkan sedang mempersiapkan ekspansi signifikan ke sektor layanan internet satelit. Langkah ini menandai ambisi baru raksasa e-commerce tersebut dalam menyediakan konektivitas global.
Perusahaan telah resmi mengajukan permohonan kepada regulator federal di Amerika Serikat. Pengajuan ini bertujuan untuk mendapatkan persetujuan guna meluncurkan ribuan satelit baru ke orbit.
Total sebanyak 5.105 satelit baru direncanakan untuk dikerahkan. Konstelasi satelit ini dirancang dengan tujuan utama menyediakan layanan internet yang dapat terhubung langsung ke perangkat pengguna.
Konsep layanan internet satelit yang ditawarkan Amazon ini dikenal sebagai jaringan Direct-to-Device (D2D). Konsep ini serupa dengan teknologi yang telah diperkenalkan dan dikembangkan oleh Starlink.
Rencana ambisius Amazon dalam membangun jaringan internet satelit ini pertama kali diumumkan kepada publik pada bulan April yang lalu. Pengumuman tersebut menjadi sorotan industri teknologi global.
"Amazon sedang mempersiapkan langkah besar di sektor konektivitas internet satelit," demikian pernyataan yang didapatkan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Amazon dalam persaingan di ruang angkasa digital.
Jaringan Direct-to-Device (D2D) yang diajukan Amazon dirancang untuk memberikan kemudahan akses internet tanpa memerlukan perangkat tambahan yang kompleks. Hal ini sangat mirip dengan model layanan yang sudah ditawarkan oleh Starlink.
"Konstelasi satelit ini dirancang untuk menyediakan layanan internet yang terhubung langsung ke perangkat pengguna," tulis sumber tersebut. Hal ini menandakan fokus pada kemudahan dan jangkauan akses bagi konsumen.
Pengajuan permohonan kepada regulator federal Amerika Serikat merupakan tahap krusial dalam mewujudkan proyek internet satelit Amazon. Persetujuan dari badan regulasi menjadi kunci untuk memulai fase peluncuran.