JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda merasa gas elpiji di rumah cepat habis padahal pemakaian normal? Mungkin saja Anda telah menjadi korban dari praktik pengoplosan gas elpiji ilegal yang merajalela, seperti yang baru-baru ini terbongkar di Bantul, Yogyakarta. Sebuah sindikat penggelapan gas elpiji bersubsidi yang beroperasi secara terselubung berhasil diungkap oleh pihak berwenang, mengungkap modus operandi yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat.

Jejak Oplosan Gas Elpiji di Bantul

Aksi kejahatan ini terbongkar berkat laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran gas elpiji oplosan di wilayah Bantul. Tim investigasi gabungan dari kepolisian dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, petugas berhasil mengidentifikasi sebuah lokasi yang diduga kuat menjadi tempat praktik pengoplosan gas elpiji ilegal.

Operasi Penggerebekan yang Mengagetkan

Dilansir dari Kompas.com, pada hari Rabu (08/04/2026), petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang dijadikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi oplosan gas elpiji di kawasan Bantul. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang seharusnya disalurkan untuk masyarakat miskin, telah dioplos dengan gas industri yang tidak semestinya. Proses pengoplosan ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat modifikasi yang sangat berbahaya, tanpa memperhatikan standar keamanan yang berlaku.

Omzet Fantastis dari Keuntungan Ilegal

Dari hasil penggerebekan, petugas berhasil menyita ratusan tabung gas elpiji berbagai ukuran, alat-alat modifikasi untuk pengoplosan, serta sejumlah barang bukti lainnya. Lebih mengejutkan lagi, dari pengakuan para pelaku, terungkap bahwa praktik ilegal ini telah berjalan selama beberapa waktu dan mampu menghasilkan omzet yang fantastis, bahkan mencapai ratusan juta rupiah dalam sebulan. Para pelaku mengaku dapat menjual sekitar 200 tabung gas elpiji oplosan per hari, dengan keuntungan yang sangat menggiurkan.

Modus Operandi yang Merugikan Konsumen

Praktik pengoplosan gas elpiji ini sangat merugikan konsumen. Gas elpiji bersubsidi yang seharusnya memiliki takaran pas, dicampur dengan gas lain sehingga volumenya bertambah. Hal ini membuat tabung gas terlihat penuh, namun isinya tidak sesuai dengan berat yang seharusnya. Akibatnya, gas elpiji tersebut lebih cepat habis saat digunakan, membuat konsumen harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli gas baru. Selain itu, pencampuran gas yang tidak sesuai standar ini juga sangat berisiko menimbulkan ledakan atau kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.