JAKARTA, BisnisMarket.com - Siapa sangka, virus yang selama ini sering terdengar di luar negeri kini sudah hadir di tanah air dan mulai menimbulkan korban jiwa. Hantavirus, penyakit menular yang ditularkan melalui tikus, kini menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Data terbaru menunjukkan tren kasus yang meningkat, membuat kita semua harus lebih waspada dan tidak boleh lengah.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (11/5), Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus di Indonesia sepanjang periode 2024 hingga 2026, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Rinciannya, satu kasus terjadi pada 2024, melonjak menjadi 17 kasus pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 sudah tercatat lima kasus baru. Kasus ini tersebar di sembilan provinsi, dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing enam kasus.

Jenis Virus yang Ada di Indonesia

Perlu diketahui, Hantavirus yang ditemukan di Indonesia adalah tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan gangguan ginjal, bukan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Seluruh kasus di tanah air juga merupakan varian Seoul virus, bukan Andes virus yang bisa menular antarmanusia.

Meskipun demikian, penyakit ini tetap berbahaya dengan tingkat fatalitas mencapai sekitar 13 persen. Gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lain yang juga ditularkan melalui tikus, seperti leptospirosis, sehingga sering kali sulit dideteksi di awal.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Menurut Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, gejala umum Hantavirus antara lain demam tinggi, tubuh menguning, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, hingga gangguan fungsi ginjal. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi penurunan tekanan darah drastis, pendarahan, hingga gagal ginjal yang berujung pada kematian.

"Penyakit ini sebenarnya dengan gejala yang rata-rata ditanggung BPJS, seperti demam, menguning dan sebagainya, serupa kejadian penyakit leptospira, dari tikus juga vektornya, tapi kalau Hanta kan dari virus," jelas Andi dalam konferensi pers secara daring.

Kesiapan Pemerintah: 198 RS Siap Melayani