PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) tengah menyusun strategi matang sebelum memutuskan untuk melepas anak usahanya ke pasar modal melalui skema penawaran umum perdana. Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menegaskan bahwa saat ini perseroan belum memiliki rencana mendesak untuk melakukan IPO tambahan. Fokus utama manajemen kini tertuju pada penguatan fondasi setiap lini bisnis yang bernaung di bawah payung holding Grup Bakrie tersebut.

Langkah terakhir BNBR di bursa saham adalah membawa PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) melantai pada 19 Juni 2023 silam. Saat ini, BNBR memegang kepemilikan langsung sebesar 56,94% di VKTR, sementara sisanya dikelola secara tidak langsung melalui PT Bakrie Metal Industries (BMI). Struktur kepemilikan yang solid ini menjadi modal penting bagi perseroan dalam mengelola portofolio bisnisnya yang kian beragam.

Berbicara di Bakrie Tower, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026), Anindya menjelaskan bahwa pengembangan usaha mencakup sektor migas dan non-migas. Beberapa entitas seperti Modula, Helio, hingga Bakrie Pipe Industries terus didorong untuk meningkatkan performa operasionalnya. Selain itu, optimalisasi sektor pipa gas diharapkan mampu menciptakan arus kas yang stabil dan sehat bagi keberlangsungan grup ke depannya.

Anindya membeberkan tiga parameter utama yang harus dipenuhi sebelum anak usaha BNBR benar-benar siap menjadi perusahaan terbuka. "Kesiapan bisnis masing-masing anak usaha menjadi syarat pertama, lalu yang kedua adalah kebutuhan daripada perusahaan," ujarnya. Terakhir, ia menekankan bahwa kekuatan kondisi pasar modal secara keseluruhan juga menjadi faktor penentu yang sangat krusial bagi aksi korporasi tersebut.

Salah satu contoh keberhasilan unit bisnis yang disorot adalah akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI). Jalan tol sepanjang 26 kilometer tersebut diklaim mampu meraup pendapatan hingga Rp3 miliar per hari dari volume lalu lintas 43.000 kendaraan. Pencapaian ini membuktikan bahwa unit bisnis di bawah BNBR memiliki potensi besar untuk berkontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan.

Memasuki tahun 2026, BNBR berkomitmen untuk mendalami spesialisasi di setiap anak perusahaan, termasuk PT Bakrie Pipe Industries (BPI). BPI diproyeksikan menjadi pemimpin pasar dalam penyediaan pipa industri guna mendukung target pemerintah dalam meningkatkan lifting migas nasional. Di sisi lain, sektor non-migas juga terus digarap seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh otoritas terkait di tanah air.

Segmen teknologi masa depan juga tak luput dari perhatian, di mana VKTR tetap menjadi garda terdepan dalam bisnis energi terbarukan. Sementara itu, unit usaha Modula mulai membidik pasar pencetakan bangunan tiga dimensi (3D) untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah per tahun. Anindya optimis bahwa efisiensi teknologi 3D ini akan menjadi solusi cepat dalam menjawab tantangan kebutuhan hunian massal di Indonesia.

Sumber: Market.bisnis

https://market.bisnis.com/read/20260228/192/1956477/bos-bakrie-brothers-bnbr-ungkap-syarat-kondisi-ideal-bawa-anak-usaha-ipo