BISNISMARKET.COM - Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menunjukkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan bisnisnya di tengah tantangan ekonomi global yang masih bergejolak. Fokus utama mereka diarahkan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama pembiayaan ke depan.
Di Indonesia, sektor UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian domestik yang mampu menopang pertumbuhan kredit perbankan. Kondisi ini sangat relevan mengingat sektor properti saat ini masih menghadapi sedikit perlambatan.
Menanggapi hal tersebut, BPR secara aktif terus mengembangkan berbagai produk layanan keuangan baru yang secara spesifik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sektor UMKM yang beragam. Hal ini merupakan upaya proaktif untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Selain ekspansi produk kredit, BPR juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan finansial institusi mereka. Aspek ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
Salah satu indikator kesehatan yang harus dijaga ketat oleh BPR adalah rasio Non-Performing Loan (NPL). Pengawasan ketat terhadap NPL diperlukan agar kualitas aset tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Salah satu langkah strategis yang diambil oleh BPR Gunung Rizki adalah rencana korporasi berupa merger dengan tiga BPR lainnya. Tiga entitas yang akan bergabung tersebut adalah BPR Dana Berkah, BPR Sinar Garuda, dan BPR Tayu Duta Persada.
Tujuan dari rencana konsolidasi ini adalah untuk memperluas jangkauan jaringan layanan BPR Gunung Rizki secara signifikan, sehingga pelayanan dapat menjangkau lebih banyak nasabah. Hal ini adalah cara BPR memperkuat daya tahan bisnisnya.
Mengenai bagaimana strategi bisnis yang dijalankan BPR secara keseluruhan, hal ini dikupas tuntas dalam sebuah dialog khusus. "Seperti apa strategi bisnis BPR?" ini menjadi pertanyaan sentral dalam pembahasan tersebut.
Informasi ini disampaikan dalam sesi dialog Andi Shalini dengan Komisaris Utama BPR Gunung Rizki, Kristian Hardianto. Dialog tersebut disiarkan dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia pada hari Selasa, 05 Mei 2026.