JAKARTA, BisnisMarket.com– Pemerintah Indonesia memastikan bahwa stok beras nasional tetap aman dan cukup hingga 324 hari ke depan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi terkendali, bahkan di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh dinamika geopolitik global.
“Dengan data terkini per Maret 2026, kita memastikan stok beras nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Bahkan, stok beras yang ada saat ini dapat mencukupi hingga hampir setahun ke depan,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut Amran, stok beras nasional yang tersedia saat ini mencapai 27,99 juta ton, terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok yang ada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, dan 11,73 juta ton yang berasal dari padi siap panen (standing crop).
Dengan demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras, meski dunia sedang menghadapi tantangan besar terkait geopolitik dan perubahan iklim.
Sementara itu, Amran juga menegaskan bahwa produksi beras nasional tetap stabil dan terus mengalami peningkatan.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai 16,92 juta ton, dengan rata-rata produksi bulanan mencapai 2,6 hingga 5,7 juta ton.
“Produksi kita tetap terjaga meskipun ada tantangan dari luar. Bahkan, dalam beberapa bulan, kita bisa mencapai produksi 5,7 juta ton, ini membuktikan kekuatan sektor pertanian kita,” tambahnya.
Amran juga menyoroti peran Bulog yang terus mengelola stok beras untuk menjaga kestabilan pangan. Dalam dua bulan ke depan, diperkirakan stok Bulog akan mencapai 5 juta ton, yang akan memperkuat cadangan pangan nasional.