BISNISMARKET.COM - Nama Bobby Rasyidin mendadak menjadi perhatian publik setelah insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Tragedi yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya itu tak hanya mengguncang sektor transportasi, tetapi juga membuka sorotan terhadap kepemimpinan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Di tengah suasana duka, sosok Bobby Rasyidin  mencuri perhatian lewat sebuah momen haru yang viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar, ia terlihat berbicara langsung kepada anak korban kecelakaan dan menawarkan bantuan pendidikan.

Bobby Rasyidin bukanlah sosok baru dalam lingkaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, ia diketahui pernah memimpin perusahaan lain, yakni PT Land Industri pada periode 2021–2025.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Bobby memiliki rekam jejak di bidang manajerial dan kepemimpinan korporasi, khususnya dalam sektor industri dan pengelolaan bisnis skala besar. Latar belakang ini menjadi modal penting dalam memimpin KAI, perusahaan strategis yang mengelola transportasi publik jutaan penumpang setiap hari.

Menjadi Direktur Utama PT KAI bukan tugas ringan. Perusahaan ini memegang peran vital dalam sistem transportasi nasional, terutama di Pulau Jawa. Tanggung jawabnya mencakup:

- Keselamatan perjalanan kereta api

- Ketepatan waktu operasional

- Modernisasi sistem transportasi

- Pelayanan publik kepada jutaan pengguna