JAKARTA, BisnisMarket.com - Belakangan ini masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), dihadapkan pada kekhawatiran terkait isu pemadaman listrik (blackout) yang disebut-sebut berpotensi terjadi secara luas.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah sejumlah daerah mengalami gangguan pasokan listrik pada Juni 2026. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Bogor, Karawang, Bekasi, Depok, Yogyakarta, Madura, Malang dan sejumlah kota lainnya.
Seiring terjadinya pemadaman di berbagai daerah, beredar pula spekulasi yang mengaitkan gangguan listrik dengan menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.
Namun, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah kabar tersebut.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi disebabkan oleh kendala teknis pada sistem kelistrikan, bukan akibat kekurangan pasokan batu bara. Menurutnya, ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik nasional masih berada dalam kondisi aman.
Dwi Anggia juga memastikan bahwa isu mengenai potensi pemadaman listrik berkepanjangan di Pulau Jawa tidak benar. Pemerintah mengaku telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk melakukan langkah antisipasi guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.
Pernyataan senada disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, ia membantah anggapan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Banten disebabkan oleh kelangkaan batu bara.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka, itu enggak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” ujar Bahlil.
Meski demikian, Bahlil mengakui adanya gangguan listrik di beberapa wilayah Pulau Jawa. Berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, gangguan tersebut terjadi akibat persoalan teknis pada sejumlah mesin pembangkit, sehingga berdampak pada pasokan listrik di beberapa daerah.