BISNISMARKET.COM - Sebuah perayaan pernikahan yang sangat berbeda dari tradisi umumnya baru-baru ini menarik perhatian publik luas di Tiongkok. Peristiwa tak lazim ini terjadi ketika pasangan pengantin memilih tema gulat profesional sebagai konsep utama resepsi pernikahan mereka.

Acara unik ini diselenggarakan di Kota Zunyi, yang merupakan bagian dari Provinsi Guizhou, Tiongkok bagian barat daya. Momen istimewa ini berlangsung pada awal bulan Mei lalu, menawarkan hiburan yang sangat kontras dibandingkan dengan perayaan pernikahan konvensional yang biasa ditemui.

Peristiwa menarik ini melibatkan pasangan pengantin, salah satunya adalah sang suami yang memiliki latar belakang sebagai pegulat profesional. Keputusan ini diambil sebagai cara untuk membuat momen pernikahan mereka menjadi lebih berkesan dan sulit dilupakan oleh semua yang hadir.

Pasangan tersebut sepakat untuk menyelenggarakan pesta yang dianggap anti-mainstream, sebuah gebrakan dari rangkaian acara pernikahan yang standar. Mereka ingin setiap elemen perayaan mencerminkan kepribadian dan kesiapan mereka menghadapi hidup bersama.

Alih-alih menggunakan panggung pelaminan tradisional yang sering terlihat dalam resepsi pernikahan pada umumnya, lokasi acara tersebut diubah total. Area resepsi tersebut disulap secara dramatis menjadi arena gulat yang dilengkapi dengan ring profesional yang sesuai standar.

Transformasi lokasi ini menunjukkan keseriusan pasangan dalam menggarap konsep pertarungan tersebut. Selain ring gulat, dipasang pula layar raksasa di sekitar area acara untuk menambah semarak suasana duel tersebut.

Layar raksasa tersebut menampilkan poster-poster dramatis yang dirancang khusus. Poster itu secara eksplisit mengindikasikan adanya duel yang akan segera terjadi antara pengantin pria dan pengantin wanita.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, tema gulat ini menjadi solusi kreatif pasangan untuk menentukan pembagian tugas rumah tangga secara adil. Mereka menggunakan kompetisi fisik sebagai penentu peran masing-masing setelah resmi menikah.

Hal ini menunjukkan bahwa pasangan pengantin tersebut mencari cara inovatif untuk mengatasi pembicaraan mengenai tanggung jawab domestik pasca-pernikahan. Keputusan ini mendapat sorotan karena mempertemukan aspek sakral pernikahan dengan olahraga profesional yang dinamis.