JAKARTA, BisnisMarket.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah terus bergulir di berbagai daerah. Dari sekian banyak variasi lauk yang disajikan, telur dadar menjadi salah satu menu yang paling sering muncul di kotak makan siswa.

Selain ekonomis dan mudah diolah dalam skala besar, telur juga sangat disukai oleh anak-anak karena rasanya yang familier.  Namun, di tengah jalannya program ini, muncul sebuah pertanyaan dari kalangan orang tua maupun pengamat kesehatan: Apakah sepotong telur dadar sudah cukup bergizi dan mampu memenuhi standar kecukupan nutrisi harian anak sekolah?

Mari kita bedah faktanya dari sudut pandang pemenuhan gizi seimbang.

Telur: Sang "Superfood" Sumber Protein Hewani TerbaikDilihat dari kandungan dasarnya, telur sebenarnya adalah salah satu sumber makanan paling padat gizi di dunia. Untuk anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat, telur menawarkan keunggulan nutrisi yang sangat besar:

Protein Hewani Berkualitas Tinggi: Konsumsi protein dari telur sangat krusial untuk mendukung perkembangan otot, menjaga imunitas, serta mengoptimalkan fungsi dan perkembangan otak anak. Protein hewani dari telur memiliki profil asam amino esensial yang paling lengkap dan paling mudah diserap oleh tubuh dibanding protein nabati. 

Kaya Zat Besi dan Vitamin: Telur mengandung zat besi yang berfungsi mencegah anemia gizi besi pada anak sekolah. Anak yang terhindar dari anemia akan tampil lebih bugar, berwajah cerah, dan tidak mudah lesu saat menerima pelajaran di kelas. selain itu, terdapat pula kandungan vitamin A, D, B12, dan kolin yang sangat bagus untuk memori otak. 

Sorotan pada Metode Pengolahan: Dadar vs Rebus

Meskipun telur dasarnya sangat bergizi, cara pengolahan memegang peran penting dalam menentukan nilai akhir asupan makanan tersebut.

Fakta Nutrisi: Proses menggoreng telur menjadi "telur dadar" otomatis akan menambah asupan lemak dan kalori karena penggunaan minyak goreng atau mentega