BISNISMARKET.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah mengambil langkah strategis sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para karyawannya. Langkah ini dilakukan melalui alokasi saham yang sebelumnya diperoleh dari program pembelian kembali saham (buyback).

Sebanyak 77,8 juta lembar saham, yang merupakan hasil dari buyback yang dilaksanakan pada tahun 2026, kini dialihkan untuk tujuan yang berbeda. Saham-saham ini akan dimanfaatkan untuk program kepemilikan saham berbasis kinerja.

Program yang dimaksud adalah Employee Stock Option Program (ESOP), sebuah mekanisme yang dirancang untuk memberikan penghargaan kepada karyawan. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan loyalitas seluruh sumber daya manusia di perusahaan.

Tujuan utama dari pengalokasian saham ini adalah untuk memberikan insentif yang nyata bagi karyawan atas kontribusi mereka. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan yang lebih kuat terhadap BNI di kalangan pegawainya.

Langkah ini mencerminkan komitmen BNI dalam menjaga kesejahteraan pegawainya sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Dengan memberikan kesempatan kepemilikan saham, karyawan diharapkan merasa lebih terikat dengan kesuksesan perusahaan.

Melalui ESOP, BNI memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan nilai perusahaan. Ini merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan kinerja dan retensi talenta terbaik.

Program ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, di mana karyawan sebagai elemen penting turut dilibatkan dalam pencapaian tujuan jangka panjang. Alokasi saham ini menjadi bukti nyata perhatian BNI terhadap aset terpentingnya, yaitu para karyawan.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, BNI mengalokasikan sebanyak 77,8 juta lembar saham hasil buyback tahun 2026 untuk program kepemilikan saham berbasis kinerja atau Employee Stock Option Program (ESOP).

"Bank BUMN ini mengalokasikan sebanyak 77,8 juta lembar saham yang sebelumnya merupakan hasil dari program pembelian kembali saham (buyback) pada tahun 2026," demikian informasi yang disampaikan oleh TREN.BISNISMARKET.COM.