BISNISMARKET.COM - Pergerakan dana investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif pada sesi perdagangan pertama hari Kamis, 18 Juni 2026. Aktivitas ini ditandai dengan adanya aliran dana masuk bersih atau net foreign buy yang cukup signifikan pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, akumulasi dana yang masuk dari investor internasional tercatat mencapai nominal sebesar Rp 225,8 miliar. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan minat terhadap aset-aset yang diperdagangkan di pasar modal domestik.
Dana masuk bersih ini terwujud setelah investor asing secara aktif melakukan akumulasi pembelian saham sepanjang sesi pagi. Total nilai pembelian saham oleh investor internasional mencapai angka fantastis yakni Rp 5 triliun pada hari itu.
Di sisi lain, aktivitas jual yang dilakukan oleh investor asing tercatat menghasilkan dana keluar dari pasar modal. Dana yang keluar melalui aksi jual tersebut tercatat sebesar Rp 4,8 triliun selama sesi perdagangan pagi hari.
Aktivitas pembelian saham yang besar ini secara spesifik banyak terkonsentrasi pada saham-saham yang bergerak di sektor pertambangan. Sektor ini tampaknya menjadi magnet utama bagi investor internasional dalam sesi perdagangan hari itu.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kondisi ini menunjukkan bahwa sektor tambang memiliki daya tarik kuat di mata investor asing saat itu. Hal ini berkontribusi besar terhadap terciptanya neraca net buy pada hari perdagangan tersebut.
Kondisi pasar yang positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek emiten pertambangan di Indonesia. Meskipun ada aksi jual, nilai belinya jauh melampaui nilai jual, menciptakan surplus dana masuk.
Pergerakan dana ini menjadi indikator penting bagi kesehatan dan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia secara umum. Sektor pertambangan kembali membuktikan perannya sebagai penarik utama aliran modal asing.