JAKARTA, BisnisMarket.com - Pengamat kebijakan publik, Muhammad Said Didu, menyarankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengurangi berbicara di hadapan publik terkait bantahan pembebanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Saran ini disampaikan Said Didu melalui akun X pribadinya pada Senin (8/6). Menurutnya, kondisi fiskal negara telah diketahui publik secara luas.

"Pak Menkeu yth, saran saya sebaiknya lebih baik Bapak kurangi bicara karena publik juga tahu yang sebenarnya terjadi dan kami juga tahu mana ucapan yang sekadar #asalmangap," tulis Said Didu.

Pernyataan Said Didu muncul sebagai respons atas penegasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya. Purbaya menegaskan bahwa kedua program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut bersifat fleksibel dan tidak membebani APBN.

Saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026), Purbaya menjelaskan fleksibilitas tersebut.

"Itu kan program itu fleksibel, MBG kan fleksibel. Anda lihat sendiri kan, Presiden amat fleksibel, di mana ketika diperlukan efisiensi, efisiensi dilakukan," ungkap Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengklaim bahwa lembaga pemeringkat global seperti S&P Ratings tidak mempermasalahkan fondasi fiskal negara maupun kedua program tersebut.

"Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak merebutkan itu sebetulnya, cuma dia meributkan, mempertanyakan, atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market, itu saja. Tapi kalau pondasinya, enggak ada masalah. Termasuk program-program itu enggak dipertanyakan. Karena kita bisa yakinkan bahwa dengan program itu pun, defisit bisa kita pertahankan di 3%," jelasnya.