JAKARTA , BisnisMarket.com – Memasuki bulan suci Ramadan, tantangan utama bagi umat Muslim adalah menjaga stamina agar tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Kunci utamanya ternyata bukan terletak pada seberapa banyak porsi makan saat sahur, melainkan pada ketepatan pemilihan nutrisi yang dikonsumsi.

Para ahli gizi mengingatkan bahwa sahur adalah "fondasi" energi selama 13 hingga 14 jam ke depan. Makan sahur yang asal kenyang justru seringkali menjadi pemicu rasa lemas dan kantuk yang berlebihan di siang hari.

Karbohidrat Kompleks: Bahan Bakar 'Tahan Lama'

Berbeda dengan nasi putih yang cepat diserap dan membuat perut lekas lapar kembali, karbohidrat kompleks adalah pilihan bijak. Mengonsumsi gandum, nasi merah, atau ubi jalar memberikan efek slow-release energy.

Karbohidrat kompleks menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini mencegah fenomena sugar crash yang sering membuat orang merasa pusing dan lemas di jam 10 pagi.

Langkah Strategis Sahur yang Berkualitas

Untuk memastikan tubuh tetap bertenaga, berikut adalah protokol sahur yang direkomendasikan oleh para ahli:

1. Kombinasi Protein dan Serat Tinggi