JAKARTA, BisnisMarket.com – Di tengah tekanan pasar global akibat konflik di Timur Tengah, rupiah justru menunjukkan daya tahan yang patut diapresiasi. 

Pada perdagangan Selasa (5/5), rupiah dibuka sedikit melemah ke level 17.420 per dolar AS

Meski ada tekanan, pelemahan ini masih terbilang moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lain.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, menegaskan, “Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.”

 Ia menjelaskan, beberapa mata uang kawasan mencatat pelemahan lebih dalam: Peso Filipina melemah 6,58 persen, Baht Thailand turun 5,04 persen, Rupee India terkoreksi 4,32 persen, dan Peso Chile melemah 4,24 persen.