JAKARTA, BisnisMarket.com- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan pola defensif yang kuat, mencerminkan ketidakpastian pasar global. 

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah sempat menyentuh level Rp17.000/US$, menunjukkan betapa intensnya tekanan yang dihadapi mata uang Indonesia di pasar non-deliverable forward (NDF).

Pada pagi hari Selasa, 17 Maret 2026, rupiah offshore dibuka di level Rp16.975/US$, namun dalam waktu singkat sempat terdepresiasi ke angka Rp17.016/US$ pada pukul 05:24 WIB. 

Setelah itu, rupiah sedikit menguat kembali sebesar 0,3% pada level Rp16.981/US$ pada pukul 07:20 WIB.

Pergerakan dolar AS yang menguat, dengan indeks dolar AS kini berada pada level 99,87, turut memengaruhi mata uang Asia lainnya. Baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong mengalami penguatan, sementara yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore China kembali melemah.
Halaman:
I
I
Editor: Iqbal Saputra
Penulis: iqbal ajie saputra