JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah kamu membayangkan, betapa bahagianya warga desa yang selama ini hidup dalam remang, kini bisa menikmati cahaya listrik yang terang benderang setiap malam? Mimpi itu perlahan jadi kenyataan! Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja merilis kabar paling menggembirakan: anggaran raksasa disiapkan khusus untuk menerangi pelosok negeri.

Dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada (5/6), untuk tahun 2026 saja, total dana yang disiapkan mencapai Rp10,3 triliun, gabungan dari anggaran murni Rp994 miliar dan tambahan anggaran belanja sebesar Rp9,3 triliun. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi bukti nyata perhatian negara bagi masyarakat yang masih belum terjangkau aliran listrik.

Kontrak Sudah Tandatangan, 1.520 Lokasi Mulai Dikerjakan

Langkah nyata sudah dimulai! Penandatanganan kontrak tahap pertama sudah rampung untuk 1.520 lokasi dengan nilai penyerapan awal Rp4 triliun. Sementara itu, dokumen perencanaan untuk tambahan 2.330 lokasi sedang diselesaikan dan ditargetkan selesai akhir Juni 2026. Tahun ini saja, setidaknya 17.853 pelanggan baru akan menikmati manfaat program ini.

“Anggaran dari program Lisdes 2026 telah ditetapkan sebesar Rp10,3 triliun yang terdiri dari rupiah murni reguler Rp994 miliar dan anggaran tambahan sekitar Rp9,3 triliun,” ungkap Plt Dirjen Ketenagalistrikan Tri Winarno di hadapan Komisi XII DPR, Kamis lalu.

Fokus Utama: Wilayah Terpencil dan Indonesia Timur

Masih ingat data akhir 2025? Masih ada 10.068 lokasi di seluruh Indonesia yang belum teraliri listrik. Dan tantangan terbesar ada di wilayah timur: Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara tercatat sebanyak 5.555 lokasi atau lebih dari 55% dari total yang belum terjangkau. Disusul Kalimantan 1.099, Sumatra 985, Sulawesi 799, hingga Jawa 1.630 lokasi.

“Di mana konsentrasi terbesar berada di wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara mencapai 5.555 lokasi… yang mencerminkan tantangan geografis kepulauan atau keterpencilan wilayah yang sangat berat,” jelas Tri Winarno, menegaskan bahwa daerah terluar, terdepan, dan tertinggal jadi prioritas mutlak.

Rencana Besar Hingga 2029: Investasi Rp50 Triliun!