SUKABUMI, BisnisMarket.com - Di balik kemudahan mendapatkan sayur segar secepat kilat melalui ponsel, ada visi besar seorang perempuan muda bernama Amanda Susanti Cole.
Pendiri Sayurbox ini berhasil membuktikan bahwa teknologi bukan hanya milik industri gadget atau transportasi, tetapi juga bisa menjadi penyelamat bagi para petani lokal di Indonesia.
Kisah Amanda tidak dimulai di gedung perkantoran mewah, melainkan dari sebuah kebun. Setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya di perusahaan swasta, Amanda mencoba peruntungan dengan berkebun di lahan milik keluarganya di Sukabumi.
Saat itulah ia melihat realitas pahit yang dihadapi petani: Rantai pasok yang terlalu panjang. Sayuran yang dipanen petani harus melewati 7 hingga 8 tengkulak sebelum sampai ke tangan konsumen. Akibatnya:
Harga di petani sangat rendah, bahkan terkadang tidak cukup untuk menutupi modal tanam.
Kualitas sayur menurun karena proses distribusi yang lama.
Harga di konsumen melonjak tinggi.
Lahirnya Sayurbox: Solusi Digital untuk Masalah Klasik
Melihat ketidakadilan tersebut, Amanda tergerak untuk memotong mata rantai distribusi. Pada tahun 2016, bersama rekannya, ia mendirikan Sayurbox.