JAKARTA, BisnisMarket.com – Di tengah dinamika harga minyak mentah global yang terus bergejolak, Pemerintah Indonesia secara resmi memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi di tahun anggaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah stabilitas ekonomi domestik. Meskipun tekanan dari sisi hulu migas cukup besar, pemerintah memilih untuk mengoptimalkan instrumen fiskal guna menambal selisih harga pasar.

Fokus pada Daya Beli Masyarakat

Keputusan untuk mempertahankan harga BBM subsidi didasari oleh analisis mendalam mengenai dampak sosial ekonomi. Pemerintah menyadari bahwa setiap kenaikan harga energi akan memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.

Ketahanan APBN 2026 dalam Kondisi Aman

Banyak pihak mengkhawatirkan beban subsidi akan membengkak dan mengganggu kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Kementerian Keuangan menyatakan bahwa struktur APBN 2026 telah dirancang dengan skenario mitigasi risiko yang matang.

Beberapa faktor yang membuat APBN tetap terjaga meskipun subsidi energi tetap besar adalah:

Optimalisasi Penerimaan Negara: Peningkatan efisiensi pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor komoditas lain.