BISNISMARKET.COM - Dikutip dari artikel yang meliput pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengamankan tempat di final kompetisi paling bergengsi Eropa tersebut. Mereka lolos setelah meraih hasil imbang yang cukup melawan Bayern Munich di Allianz Arena, Munich, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Pertandingan krusial ini menjadi penentu bagi kedua tim raksasa Eropa, dengan PSG membawa keunggulan agregat dari pertemuan pertama di Paris. Pelatih PSG, Luis Enrique, kembali membuktikan ketangguhannya dalam mengelola tim di laga-laga besar kompetisi.

Luis Enrique kini bersiap untuk memainkan final Liga Champions ketiganya, setelah sebelumnya sukses bersama Barcelona pada 2015 dan kini bersama PSG pada 2025. Jika berhasil meraih kemenangan di Budapest pada 30 Mei, ia akan bergabung dalam klub elit pelatih dengan tiga gelar Liga Champions, setara dengan Ancelotti, Paisley, Zidane, dan Guardiola.

Suasana jelang pertandingan sangat tegang, dengan Allianz Arena dipenuhi atmosfer luar biasa dari pendukung kedua tim. Bahkan, terjadi insiden ketegangan di metro Munich antara suporter Bayern dan PSG sebelum pertandingan dimulai, memaksa polisi mengawal suporter tamu berjalan kaki sejauh tujuh kilometer.

Meskipun Bayern Munich berusaha keras mengejar ketertinggalan, terutama melalui gol Harry Kane, pertahanan solid PSG di bawah arahan Luis Enrique mampu menahan gempuran tersebut hingga akhir laga. PSG kini tercatat menjalani sembilan laga beruntun tanpa kekalahan di Liga Champions, mendekati rekor historis mereka sebelumnya.

Setelah peluit panjang berbunyi, kegembiraan meledak di kubu PSG, dengan para pemain dan staf merayakan keberhasilan mencapai final kedua secara beruntun. Hal ini merupakan capaian bersejarah bagi klub asal Prancis tersebut.

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi, mengungkapkan kebanggaannya atas performa timnya setelah pertandingan. "Kami memiliki pejuang dan pelatih terbaik dunia," ujar Al-Khelaïfi, menekankan soliditas timnya dalam menghadapi tim besar seperti Bayern Munich.

Ia menambahkan bahwa fokus utama tim adalah meraih gelar kedua dan melanjutkan sejarah klub di kompetisi ini. "Bintangnya adalah tim," kata Al-Khelaïfi, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh skuad.

Pemain PSG, João Neves, turut merayakan keberhasilan timnya dan menyoroti pentingnya kekompakan tim dalam menghadapi tekanan. "Inilah cara membangun tim hebat," kata João Neves, menyoroti bahwa mereka siap menghadapi tantangan apa pun, termasuk cedera pemain.