BISNISMARKET.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengumumkan proyeksi terkini mengenai ketersediaan hewan yang akan digunakan untuk ibadah kurban pada tahun 2026 mendatang. Pengumuman ini bertujuan untuk memberikan kepastian pasokan menjelang perayaan Iduladha.
Secara nasional, total stok hewan kurban diproyeksikan akan mencapai angka 3,24 juta ekor. Angka ini menunjukkan bahwa ketersediaan jauh melampaui estimasi kebutuhan yang telah dihitung oleh pemerintah.
Estimasi kebutuhan masyarakat untuk hewan kurban pada tahun 2026 diperkirakan hanya berkisar pada angka 2,35 juta ekor. Dengan proyeksi stok yang ada, ini berarti akan terjadi surplus yang signifikan.
Kelebihan stok atau surplus hewan kurban ini diprediksi akan mencapai hampir 900 ribu ekor. Surplus yang besar ini menjadi indikasi keberhasilan sektor peternakan dalam memenuhi permintaan hari raya keagamaan.
Kepastian mengenai kondisi stok yang aman ini disampaikan secara resmi oleh pihak Kementan melalui kegiatan konferensi pers. Konferensi pers tersebut merupakan ajang untuk mengomunikasikan data terbaru kepada publik dan pemangku kepentingan.
Acara penting ini diselenggarakan di ibu kota negara, Jakarta, pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Tanggal ini menjadi penanda resmi dikeluarkannya jaminan ketersediaan untuk tahun kurban yang akan datang.
Informasi mengenai kelimpahan stok ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Hal ini menghilangkan potensi kekhawatiran mengenai kelangkaan hewan.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, pihak Kementan menegaskan bahwa ketersediaan ini telah melalui perhitungan matang dan dipastikan aman. Pengumuman ini menjadi landasan penting bagi stabilitas harga dan distribusi hewan kurban di seluruh daerah.