BISNISMARKET.COM - Beberapa figur penting dalam industri teknologi global mulai menyuarakan prediksi mengenai berakhirnya era dominasi ponsel pintar (HP) sebagai perangkat komputasi utama sehari-hari. Pandangan ini mengindikasikan adanya potensi pergeseran besar dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi di masa mendatang.
Pergeseran paradigma ini diperkirakan akan didorong oleh munculnya perangkat komputasi baru yang lebih terintegrasi dengan kehidupan pengguna. Salah satu inovasi yang disorot adalah perkembangan pesat pada teknologi kacamata pintar yang didukung kecerdasan buatan (AI).
Tokoh berpengaruh seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg turut menyampaikan pandangan mereka mengenai masa depan komputasi personal ini. Mereka melihat bahwa perangkat yang saat ini kita genggam mungkin akan segera digantikan oleh teknologi yang lebih personal dan tidak terlihat.
Elon Musk, misalnya, pernah mengutarakan visinya mengenai masa depan interaksi manusia dengan teknologi. Ia membayangkan bahwa di masa depan, koneksi manusia dengan perangkat komputasi tidak akan lagi memerlukan perangkat genggam fisik, seperti yang kita kenal sekarang.
"Saya membayangkan manusia akan terhubung langsung ke perangkat melalui implan chip di otak," ujar Elon Musk, merujuk pada konsep yang sedang dikembangkan perusahaannya, Neuralink.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, prediksi ini menunjukkan adanya dorongan kuat menuju komputasi yang lebih imersif dan langsung terintegrasi dengan fungsi tubuh atau penglihatan. Meskipun fokus Musk tertuju pada implan otak, tren kacamata pintar AI juga menjadi sorotan utama dalam diskusi ini.
Kacamata pintar berbasis AI dipandang sebagai langkah transisi penting sebelum teknologi implan otak menjadi arus utama. Inovasi ini menawarkan antarmuka pengguna yang lebih alami dan kontekstual dibandingkan layar ponsel konvensional.
Perkembangan ini menandakan bahwa lanskap teknologi sedang bergerak menuju bentuk perangkat yang lebih personal dan kurang invasif secara visual, meskipun tantangan regulasi dan adopsi masih harus dihadapi.