BISNISMARKET.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyuarakan dukungan kuatnya terhadap para pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia. Dukungan ini muncul sebagai respons terhadap keresahan para mitra terkait besaran potongan penghasilan yang diberlakukan oleh perusahaan aplikasi.
Sorotan utama dari pernyataan presiden adalah tuntutan agar komisi yang dipotong dari pendapatan pengemudi dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan para mitra yang bekerja keras di lapangan setiap hari.
Secara spesifik, isu yang menjadi perhatian adalah besaran potongan yang sebelumnya mencapai angka 20 persen dari total penghasilan kotor pengemudi ojol. Presiden Prabowo menilai bahwa persentase tersebut terlalu memberatkan bagi tulang punggung transportasi daring ini.
Momen penting ini tersampaikan oleh Presiden Prabowo saat beliau menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day 2026. Acara tahunan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah untuk mendengar aspirasi kaum pekerja.
Peringatan Hari Buruh yang menjadi lokasi pernyataan tersebut berlangsung pada hari Jumat pagi, tepatnya tanggal 1 Mei 2026. Lokasi pelaksanaan acara akbar peringatan hari pekerja nasional ini adalah di lapangan Monas, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyampaikan pandangannya mengenai struktur komisi yang diterapkan oleh pihak aplikator. Beliau menilai bahwa pemotongan tersebut harus diturunkan hingga berada di bawah ambang batas 10 persen.
"Dukungan ini disampaikan seiring dengan adanya tuntutan agar komisi yang dipotong dapat dikurangi secara signifikan demi kesejahteraan mitra pengemudi," ungkap Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dikutip dari JAKARTAHYPE.COM.
Lebih lanjut, mengenai beban finansial yang dihadapi para pengemudi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya evaluasi terhadap kebijakan pemotongan tersebut. "Presiden Prabowo menilai bahwa angka tersebut terlalu memberatkan bagi mereka yang bekerja keras di lapangan setiap hari," demikian disampaikan oleh sumber berita tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pernyataan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan aplikasi untuk segera meninjau kembali kebijakan tarif komisi mereka demi menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi seluruh mitra ojol.