BISNISMARKET.COM - Aksi unjuk rasa anarkis yang sebelumnya terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Barat pada beberapa hari terakhir mendapatkan respon dan memperoleh perhatian dari Polda Jawa Barat. 

Bahkan Polda Jawa Barat melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menghimbau masyarakat agar tidak anarkis dan bisa sabar menahan diri dari kemarahan. 

Berdasarkan keterangan resminya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan jika aksi yang dilakukan oleh sejumlah massa tersebut tidak diwarnai dengan penyampaian orasi. 

Namun mereka langsung melempar dan bahkan sebagian merusak fasilitas umum dan perkantoran, misalnya pos polisi, kantor DPRD, hingga masjid.

“Selama dua hari ini tercatat satu unit kendaraan roda empat hangus terbakar dan sepuluh unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut terbakar,” ungkapnya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan sekitar 65 orang terhadap aksi tersebut. Dari jumlah tersebut, beberapa diantaranya masih berusia di bawah umur, yaitu pada kisaran umur 13, 15, dan 17 tahun.

Para pelaku terdiri atas pelajar SMA, mahasiswa, sampai pengangguran. Selain kerusakan, aksi anarkis tersebut juga mengakibatkan korban dari pihak kepolisian. 

Saat ini tercatat ada 54 personel yang mengalami luka, mulai dari luka karena lemparan, luka jahitan, sampai harus memperoleh perawatan di rumah sakit.

Atas kejadian tersebut, Polda Jabar mengimbau warga, dikhususkan mahasiswa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang merugikan oleh banyak pihak.