TEL AVIV, BisnisMarket.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar bersama Amerika Serikat yang menargetkan berbagai titik strategis di wilayah Iran. Langkah agresif ini diklaim sebagai upaya terpadu untuk melenyapkan ancaman eksistensial yang selama ini membayangi keamanan nasional kedua negara sekutu tersebut.
Dalam pernyataan resminya, yang dikutip dari Facebook GPO, Sabtu (28/2/2026), Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bertujuan membantu rakyat Iran melepaskan diri dari kepemimpinan Pemimpin Agung Ali Khamenei. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Donald Trump atas kepemimpinan dalam mengambil keputusan bersejarah untuk melancarkan serangan udara ke Teheran.
Netanyahu menyoroti retorika "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika" yang terus dikumandangkan oleh rezim Ayatollah selama hampir lima dekade terakhir. Menurutnya, rezim tersebut telah menumpahkan banyak darah warga sipil serta melakukan penindasan yang kejam terhadap rakyatnya sendiri selama ini.
Fokus utama serangan ini juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan Iran dalam mengembangkan atau memiliki senjata nuklir di masa depan. Netanyahu menegaskan bahwa tindakan militer bersama ini sangat krusial agar rezim tersebut tidak mengancam keselamatan umat manusia dengan senjata pemusnah massal.
Operasi militer ini diharapkan menjadi momentum bagi berbagai kelompok etnis di Iran, seperti Persia, Kurdi, hingga Ahwazi, untuk merebut kendali atas nasib mereka. Netanyahu mengklaim bahwa melemahnya kekuatan pusat akan membuka jalan bagi terbentuknya negara Iran yang lebih merdeka dan menjunjung tinggi perdamaian.
Di dalam negeri, Netanyahu menginstruksikan warga Israel untuk tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan Komando Pertahanan Dalam Negeri selama Operasi 'Raungan Singa' berlangsung. Ia meminta masyarakat menunjukkan kekuatan batin serta kesabaran dalam menghadapi dinamika konflik yang mungkin meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Presiden Donald Trump melaporkan bahwa serangan udara telah berhasil menyasar target-target vital, termasuk pangkalan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan Kementerian Intelijen. Trump menyebut intervensi ini sebagai operasi tempur skala besar yang dirancang khusus untuk melumpuhkan infrastruktur pertahanan utama milik pemerintah Teheran.
Melalui pidatonya, Trump juga menyerukan agar rakyat Iran menyambut kehadiran pasukan koalisi sebagai bentuk pembebasan dari tirani yang selama ini mengekang mereka. Israel dan Amerika Serikat kini bersiap menghadapi segala kemungkinan balasan sembari memastikan stabilitas di kawasan Timur Tengah tetap dalam pengawasan.